Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Menata Rammang-rammang untuk Global Geoparks Network

Minggu, 21 April 2013 0 komentar

HAMPARAN sawah Kampung Berua yang sangat luas yang dikelilingi oleh menara karst yang tinggi menjulang antara lain; Bulu’ Ulu Jeknek, Bulu’ Padang Ma’lu’lu’, Bulu’ Sakkeang, dan Bulu’ Ammarung. Hal menarik lainnya adalah Kampung Berua merupakan lembah gema yang memantulkan suara dengan baik. Jika beruntung kita dapat melihat sekawanan monyet endemik Sulawesi berkeliaran di sekitar desa.


Ketika menyusuri sungai pada malam hari, sisi kiri dan kanan sungai akan dihiasi kunang- kunang. Masyarakat tidak khawatir melintas di sungai pada malam hari karena walaupun tidak ada listrik, sungai ini diterangi oleh kunang- kunang dan masyarakat tidak melihat ke depan melainkan ke atas, mereka memanfaatkan langit dan daun-daun nipah yang membentuk jalur sebagai navigasinya.

Kampung Berua memiliki beberapa peninggalan manusia purba, antara lain Gua Passaung yakni tempat ditemukan lukisan purba, dan situs prasejarah susunan batu yang diprediksi sebagai benteng pertahanan. Kampung ini masih terdapat banyak hal yang belum terungkap asal-usulnya dan membutuhkan penelitian lebih dalam.

Sebagai Kawasan Menara Karst yang memiliki nilai geodiversity, biodiversity dan cultural diversity yang luar biasa, tak serta merta menjauhkannya dari ancaman pertambangan. Desakan ekonomi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan potensi lain dari karst menyebabkan maraknya penambangan yang dilakukan oleh warga. Warga biasanya melakukan penambangan dengan membakar batu gamping tersebut, kemudian mulai untuk memecahnya hingga berkeping- keping.

Masyarakat tidak dapat disalahkan begitu saja, karena umumnya masyarakat yang hidup di kawasan karst berada dalam garis kemiskinan serta hanya bergantung pada sawah dan ternak mereka. Kemiskinan adalah masalah klasik yang selalu dihadapi masyarakat kawasan karst, miris memang melihat kondisi kehidupan masyarakat yang sangat bertolak belakang dengan kondisi alamnya yang luar biasa kaya. Masyarakat perlu diberi solusi bagaimana memanfaatkan alam sekaligus membantu upaya konservasi geologi.

Konservasi Geologi adalah suatu upaya untuk mengelolah, menjaga, melindungi, dan melestarikan kawasan yang memilikikelangkaan fenomena geologi. Geowisata merupakan suatu solusi masalah yang dihadapi Kawasan Menara Karst Rammang-rammang karena merupakan suatu kegiatan konservasi geologi melalui wisata.

Semua elemen alam dan karakter geografis bekerja sama secara sinergis untuk menciptakan pengalaman wisata; melibatkan masyarakat; bisnis lokal dan kelompok-kelompok masyarakat bergabung untuk memberikan pengalaman yang berkesan dan berbeda bagi wisatawan; memberikan manfaat ekonomis bagi penduduk, karena mempekerjakan pekerja lokal, menggunakan layanan, produk, dan sumber daya alam di sekitarnya (Newsome dan Dowling, 2010).

Penerapan prinsip geowisata dapat dimulai dari hal yang sangat dasar, yakni partisipasi penduduk terhadap penyediaan pelayanan serta fasilitas yang mendukung kegiatan wisata.  Pelayanan dan fasilitas dapat berupa jasa pemandu wisata, menyediakan tempat beristirahat, dan kamar mandi bagi wisatawan. Namun perlu disadari kembali bahwa geowisata merupakan salah satu bentuk kegiatan konservasi, sehingga jumlah pengunjung dan intervensi terhadap lahan haruslah dibatasi untuk mencegah kerusakan akibat kegiatan wisata itu sendiri.

Geowisata tidak memerlukan fasilitas yang mewah, tetapi fasilitas yang kontekstual dengan alamnya, menggunakan material alami dan ramah lingkungan. Ketika intervensi dan rekayasa berlebihan dilakukan, yang terjadi bukannya meningkatkan nilai suatu objek geowisata akan tetapi malah menurunkan nilai objek geowisata itu sendiri.

Para pemegang kewengangan perlu memiliki ilmu geowisata yang baik serta menyadari prinsip pengembangan wisata yang cerdas sehingga dalam pengembangannya tidak akan menjadi bumerang. Kurangnya dasar ilmu serta analisis yangmendalam membuat perencanaan wisata alam malah merusak alam itu sendiri, apalagi yang dihadapi sekarang adalah salah satu objekgeoheritage yang luar biasa.

Diperlukan kerjasama yang baik antara berbagai disiplin ilmu, disini peran arsitektur lanskap sangat dibutuhkan untuk mengkoordinasi dan menyatukan semua disiplin ilmu yang terlibat nantinya. Kegiatan perencanaan, perancangan, pelaksanaan hinga pengelolahan perlu memiliki konsep terpadu dan berkelanjutan.

Dengan penerapan geowisata yang tepat pada Kawasan Menara Karst Rammang-rammang diharapkan dapat membantu upaya pelestarian alam (fungsi konservasi), meningkatkan ekonomi masyarakat (fungsi ekonomi) sekaligus turut andil dalam perkembangan ilmu pengetahuan (fungsi edukasi).

Ketika kawasan ini berkembang sesuai prinsip geowisata maka bukan hal yang mustahil jika Kawasan Menara Karst Rammang-rammang memenuhi kriteria UNESCO dan diajukan untuk masuk dalam Global Geoparks Network (GGN). --bagian kedua dari dua tulisan, habis.

*Penulis: Ira Prayuni R.A, ST. Mahasiswa Magister Arsitektur Lanskap 
Institut Teknologi Bandung*

Potensi Geowisata Kawasan Menara Karts Rammang-rammang Maros

Sabtu, 20 April 2013 0 komentar

KAWASAN Menara Karst Rammang-rammang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan ini mudah diakses karena didukung infrastruktur jalan yang cukup baik. Kawasan dengan bentang alam yang sangat eksotis ini memiliki nilai geologi dan arkeologi yang sangat tinggi.


Kawasan Menara Karst Rammang-rammang menyimpan banyak bukti sejarah fenomena geologi, khususnya fenomena pergerakan lempeng bumi yang memiliki andil dalam pembentukan Pulau Sulawesi. Banyak peneliti geologi dan arkeologi baik nasional dan internasional yang meneliti di kawasan karst ini.

Berdasarkan penuturan aktivis geowisata Dr Budi Brahmantyo yang juga dosen Geowisata, Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung bahwa 'diperkirakan sekitar 60 juta tahun lalu Kawasan Menara Karst Rammang-rammang merupakan dasar lautan, namun pada Zaman Tersier, Kala Eosen hingga Miosen (±40 juta tahun yang lalu) terjadi pengangkatan dasar lautan menjadi daratan. Selain itu, di Kawasan Menara Karst Rammang-Rammang terdapat bukti kehidupan manusia Purba berupa lukisan-lukisan pada dinding goa hingga penemuan sampah dapur manusia purba'.

Keeksotikan Kawasan Menara Karst Maros-Pangkep semakin lengkap dengan adanya aliran Sungai Pute yang diapit oleh hamparan sawah, rumpun nipah, rumah-rumah panggung milik penduduk, menara karst, taman batu, gua karst, jembatan karst dan yang paling menakjubkan adalah pada ujung sungai ini terdapat Kampung Berua yang dibentengi oleh gugusan menara karst.

Sungai Pute menyajikan keindahan lanskap bagai jejeran etalase keragaman perpaduan geodiversity, biodiversity dan cultural diversity yang tak ada tandingannya. Menurut beberapa ahli, kawasan dengan perpaduan menara karst dan sungai seperti ini sangat jarang ditemui, hanya ada di Yangzhou Cina dan di Maros, Indonesia. Oleh karena itu patutlah Kawasan Menara Karst Rammang-rammang ini dinilai sebagai kawasan karst kelas dunia.

Sungai Pute merupakan salah satu fasilitas yang disediakan alam untuk menikmati Kawasan Menara Karst Rammang-rammang. Pada hilir Sungai Pute terdapat dermaga perahu yang umumnya adalah milik pribadi masyarakat Kampung Berua, karena perahu adalah transportasi utama untuk mencapai kampung tersebut.

Dari dermaga ini penyusuran dimulai dengan sambutan dari singkapan karst yang muncul dari dalam air dan tersebar di badan sungai, kemudian terlihat taman batu yang muncul dari dalam rawa dan dihiasi dengan rimbunnya pohon nipah, tak beberapa lama di sisi kanan terlihat pinacle karst yang berdiri kokoh di tengah pohon nipah, masyarakat menyebutnya Bulu’ Cere’ karena bentuknya seperti ceret.


Setelah itu perahu akan masuk ke dalam terowongan kecil (karst bridge atau arc karst) dan saat keluar dari terowongan tersebut terdapat suatu kejutan ruang karena dari terowongan yang kecil tiba-tiba disuguhkan ruang yang sangat luas dengan dinding menara karst yang menjulang tinggi di sisi kiri dan rumpun nipah di kedua sisi Sungai Pute.

Tak lama kemudian akan jelas terlihat pada sisi kanan sungai menara karst Bulu’ Barakka yang dipercaya warga dapat mendatangkan berkat. Di menara karst ini terdapat goa purbakala yang memiliki lukisan manusia purba. Selanjutnya terdapat jembatan kayu yang merupakan dermaga untuk mengakses menuju ke Taman Batu, Telaga Panrenyaong dan Goa Karama’.

Selanjutnya dari kejauhan akan terlihat Goa Kelelawar, saat sekitar jam 6 sore akan terlihat fenomena yang sangat menarik, yakni jutaan kelelawar akan keluar dari goa ini dan memenuhi langit kawasan karst. Selain itu terdapat Telaga Bidadari di sisi kanan sungai yang jaraknya sekitar 2 kilo meter dengan track yang cukup menantang.

Tak berhenti sampai di situ, sisi kiri dan kanan sungai yang mulai menyempit kemudian akan diapit oleh ceruk karst yang sangat menakjubkan karena berbentuk seperti tangga, cerukan ini terbentuk dari proses pengikisan oleh air dalam kurun waktu yang sangat lama. Cerukan karst ini berada di hulu sungai pute dan merupakan dermaga akhir penelusuran sungai.Saat turun dari perahu mata langsung dimanjakan oleh pemandangan lanskap Kampung Berua yang menawan. --bagian pertama dari dua tulisan, bersambung.

*Penulis: Ira Prayuni R.A, ST. Mahasiswa Magister Arsitektur Lanskap Institut Teknologi Bandung*

Gali Kreativitas Melalui Interaksi Dengan Alam

Jumat, 14 Desember 2012 1 komentar

BARU-baru ini, sebuah studi mengungkapkan bahwa kreativitas bisa diperoleh dengan melakukan kegiatan di alam terbuka, seperti backpacking dan mendaki gunung, asalkan gadget-gadget andalan ditinggal di rumah.


Backpacking atau beraktivitas di alam terbuka selama empat hari tanpa memanfaatkan laptop, iPhone atau perangkat berteknologi tinggi lainnya disinyalir dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah secara kreatif hingga 50 persen.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati 30 pria dan 26 wanita (dengan usia rata-rata 28 tahun) yang berpartisipasi dalam Outward Bound atau sekelompok yang melakukan ekspedisi kepemimpinan untuk generasi muda dan orang dewasa ke penjuru Alaska, Colorado, Maine dan Washington, AS.

Sebelum pendakian dimulai, 24 partisipan menjalani Remote Associates Test yang biasanya digunakan untuk menilai tingkat kreativitas seseorang. Sedangkan 32 partisipan lainnya baru menjalani tes yang sama setelah pendakian selesai.

Hasilnya, partisipan yang menjalani tes sebelum mendaki rata-rata bisa menjawab 4 dari 10 pertanyaan yang diberikan peneliti dengan tepat. Namun partisipan yang menjalani tes empat hari setelah mendaki bisa menjawab 6 dari 10 pertanyaan.

Meski tampaknya perbedaan 2 jawaban itu tak begitu signifikan, nyatanya kondisi ini justru menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah partisipan hingga 50 persen.

"Alam tampaknya bisa dijadikan salah satu cara paling efektif untuk menenangkan pikiran seseorang dan meningkatkan pemikiran kreatifnya, termasuk mengesampingkan rasa khawatir yang dimilikinya," ungkap peneliti David Strayer, profesor psikologi dari University of Utah.

David juga mengemukakan rangsangan dari pepohonan, sungai, burung dan angin terbukti jauh lebih lembut daripada gemuruh suara klakson mobil, ponsel dan segala tetek-bengek kehidupan modern. Tak heran jika orang-orang yang berada di alam terbuka merasa tak begitu terganggu sehingga kreativitasnya dapat meningkat, sebagimana dilansir My Health News Daily dan Detik Health melansir, Jumat (14/12).

Nah, ingin menggaali kreativitas melalui interaksi dengan alam? Silahkan ke Desa Wisata Samangki dan nikmati beragam petualangan menyenangkan. Kawasan wisata alam di Desa Samangki sangat cocok untuk jalan-jalan seru!

Tips Caving atau Susur Gua

Sabtu, 10 November 2012 0 komentar

CAVING atau susur gua merupakan salah satu kegiatan menarik bagi penggiat alam bebas. Bentuk kegiatan yang juga memicu adrenalin ini menuntut ketangkasan tersendiri yang harus lebih dalam dipelajari bagi penyukanya. Agar kegiatan caving atau susur gua menjadi menyenangkan, baiknya memperhatikan 10 tips caving atau susur gua dari blog belantaraindonesia.org berikut:



1. Pelajari Kondisi Gua
Sebelum pergi ke lokasi gua, cobalah untuk mempelajari segala informasi mengenai gua yang akan dikunjungi. Ini membantu Anda untuk mengetahui medan yang akan dihadapi. Cari juga informasi mengenai apa saja yang akan ditemui selama penelusuran gua, baik hal yang terburuk maupun yang terbaik.

2. Siapkan Mental dan Fisik
Hal yang tidak boleh dilupakan sebelum menelusuri gua adalah menyiapkan mental dan fisik. Jangan pernah meremehkan penelusuran Gua, terutama untuk orang yang baru pertama kali mencoba. Ada banyak hal dan rintangan yang bisa Anda temui di dalam gua. Jadi siapkan mental dan fisik sebaik - baiknya.

3. Perhatikan Fasilitas yang Ada
Jika berwisata gua bersama dengan pemandu, pastikan Anda mendapatkan perlengkapan yang lengkap, seperti helm, penerang, cover-all, sepatu, dan fasilitas lain yang diperlukan. Bila pusing mengenakan helm, pastikan Anda berada pada lorong yang aman untuk melepaskan helm sejenak, kemudian dikenakan kembali.

Jika menelusuri gua dengan sungai, pastikan Anda membawa dan mengenakan pelampung. Pakailah peralatan tersebut selama menelusuri sungai bawah tanah. Pastikan juga sang pemandu menggunakan peralatan standar. Jika pemandu mengabaikan hal ini, jangan sungkan-sungkan untuk menegur pemandu. Anda berhak untuk menegur demi keselamatan selama penelusuran. Jika terhadap keselamatan diri sendiri saja pemandu mengabaikan, bagaimana mereka akan memperhatikan keselamatan orang lain?

4. Perhatikan Setiap Detil Lorong
Selama penelusuran, nikmatilah keindahan gua. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan setiap detil lorong gua. Amati juga serasah yang ada di dinding gua,sehingga Anda bisa membayangkan seberapa besar air yang bisa menggenangi lorong gua. Pastikan juga Anda melihat lorong - lorong gua yang tinggi dan jauh dari sungai. Ini bisa dijadikan tempat Anda berlindung bila terjadi banjir tiba - tiba.

5. Saling Mengingatkan
Perhatikan teman sesama penelusur, jika ada rintangan di depan, beritahulah kepada teman yang berada di belakang. Jangan lupa mengingatkan teman jika ada yang tidak sesuai dengan kaidah penelusuran gua. Ingatkan juga teman untuk tidak merokok di dalam gua, karena bisa mengurangi jumlah oksigen yang sudah relatif terbatas.

6. Jaga Keindahan Gua
Jika menemukan ornamen gua yang bagus dan ingin berfoto di dalam gua, pastikan Anda tidak menyentuh atau menginjak ornamen tersebut. Ini karena dengan menyentuh atau menginjak, Anda telah merusak ornamen tersebut. Jangan pula meninggalkan sampah di dalam gua.

7. Jangan Panik Bila Bertemu Binatang
Hal yang wajar terjadi ketika menelusuri gua adalah bertemu dengan hewan penghuni gua. Salah satu hewan yang bisa Anda temui adalah ular. Bila bertemu hewan melata ini, jangan panik! Biarkan ular itu tetap berada pada tempatnya, jangan ganggu hewan itu supaya tidak berpindah tempat. Anda pun lebih mudah mewaspadai begitu kembali.

Jika bertemu dengan koloni kelelawar dalam satu lorong, jangan pernah mengarahkan kamera dengan blitz secara langsung ke arah koloni tersebut. Kelelawar yang terganggu dengan kilatan cahaya bisa beterbangan dan mengganggu Anda. Pastikan juga Anda tidak mengambil atau membunuh bertemu binatang gua, seperti jangkrik, laba - laba, atau kalacemeti.

8. Perhatikan Kubangan
Selama penelusuran, mungkin akan ada banyak kubangan air di lantai gua. Semaksimal mungkin jangan menginjakkan kaki dalam kubangan tersebut. Ini karena bisa jadi di dalamnya ada binatang gua yang unik dan khas. Anda juga harus berhati - hati jika ingin menikmati mandi di dalam gua. Jangan langsung lompat ke dalam air sebelum tahu kondisi pasti dasar air.

9. SRT untuk Gua Vertikal
Khusus gua vertikal, pastikan Anda telah menggunakan SRT atau Single Rope Technique dengan benar dan telah diperiksa oleh pemandu atau teman. SRT adalah teknik yang digunakan untuk menelusuri gua vertikal, dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan vertikal.

10. Selalu Hati-hati
Selalu berhati-hati dan jangan pernah merasa hebat atau meremehkan kondisi gua. Terkadang, kondisi gua yang mudah menyimpan bahaya yang tidak pernah disadari.

Kegiatan caving atau susur gua di Indonesia menjadi menarik karena sebagai negeri yang kaya pesona alam, Indonesia memang memiliki banyak gua yang masih bisa dieksplorasi dengan ragam petualangan. Di Maros, Sulawesi Selatan, kawasan yang terkenal dengan gua-gua alami adalah Pattunuang di Desa Wisata Samangki.

Kawasan ini telah lama dikenal dan dijadikan areal camping ground oleh para pecinta alam. Kawasan ini kaya akan gua alam dengan ornamen unik dan khas.

Patut Diketahui Tentang Ekowisata

Kamis, 19 April 2012 0 komentar

SEJATINYA, seorang traveler diwajibkan untuk memelihara alam dan budaya sekitar. Karena merusak alam, berarti merusak kehidupan, inilah esensi dari ekowisata.


Itulah sebabnya kalimat; "Tidak meninggalkan apa pun kecuali jejak" menjadi slogan bagi banyak green traveler. Hal ini terkait dengan adanya perusakan dan eksploitasi di tempat-tempat wisata. Semboyan ini aslinya cukup panjang. Jangan tinggalkan apa pun kecuali jejak kaki, jangan bunuh apa pun kecuali waktu, dan jangan ambil apa pun kecuali foto.

Rupanya seruan ini memang berlaku untuk ekowisata. Wisatawan boleh memperbanyak dokumentasi berupa gambar dan video. Namun  jangan membunuh hewan dan tumbuhan. Jangan sekali-kali meninggalkan sampah, apalagi mengambil potongan-potongan benda dari situs bersejarah, karena hal ini digolongkan sebagai tindakan kriminal. Selebihnya, biarkan hanya jejak kaki yang tertinggal di sana sebagai kenangan.

Oleh karena itu, sepatutnya dipahami kalau kegiatan ekowisata selama ini dipahami sebagai perjalanan yang bertanggung jawab ke tempat-tempat yang alami, dengan menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Pemahaman ini didasarkan pada definisi yang dikeluarkan oleh The International Ecotourism Society (TIES) lewat situs ekowisata.com.

Saat mengunjungi berbagai tempat di dunia, setiap wisatawan punya tanggung jawab untuk melestarikannya. Ekowisata adalah salah satu tren traveling baru yang tengah digalakkan demi selamatnya habitat alam. Oleh karena itu, dalam ekowisata terkandung beberapa unsur penting terkait komitmen pelestarian lingkungan.

Ada beberapa poin penting dalam ekowisata yang patut diingat ketika melakukan ekowisata, yakni:

Tanamkan 'cinta lingkungan' 
Mungkin hal ini sepele, namun penting bagi Anda untuk memberi sugesti pada diri sendiri. Ketahuilah pentingnya melestarikan alam, memelihara kebersihan, serta menghargai masyarakat lokal. Bicara lingkungan tak berarti keadaan alam saja, tetapi juga tradisi dan budaya yang dianut oleh masyarakat setempat.

Pahami etiket dan hargailah warga lokal
Penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi geografis, iklim dan cuaca, serta masyarakat di tempat yang akan Anda datangi. Cobalah buat 'culture shock' seminim mungkin dengan mencari tahu tentang budaya lokal sebanyak mungkin.

Beberapa hal yang patut Anda ketahui adalah tradisi, bahasa, kepercayaan, serta kondisi ekonomi masyarakat setempat. Berbaur dengan warga lokal akan selalu menjadi sesuatu yang baik. Hargailah kepercayaan mereka. Jangan lupa untuk memberi salam, serta meminta izin jika ingin memasuki bangunan atau wilayah suci mereka.

Anda wajib meminta izin pada warga lokal jika ingin mengambil gambar. Beberapa suku tak menginginkan para turis mengambil gambar seenaknya. Suku Aborigin di Australia misalnya, menganggap bahwa lembaran foto bisa mencuri nyawa mereka.

Ikut meningkatkan kesejahteraan warga lokal
Pada dasarnya, pariwisata membawa dampak baik bagi masyarakat setempat. Salah satu cara mewujudkan kesejahteraan warga lokal adalah dengan berkontribusi dalam ranah ekonomi. Tak perlu memberi secara gamblang, Anda hanya perlu menggunakan akomodasi dan transportasi lokal.

Menginaplah di rumah warga, hotel, atau akomodasi lain yang dikelola oleh warga setempat. Makanlah di restoran lokal, dan gunakan transportasi khas warga setempat. Selain memberi pemasukan kepada mereka, Anda juga ikut melestarikan budaya setempat.

Eko-suvenir
Rasanya tak lengkap bila berwisata namun tak membawa buah tangan. Ini adalah hal yang wajar, namun ada beberapa hal yang perlu diingat. Jangan membeli suvenir dengan bahan dasar tumbuhan atau hewan yang langka, seperti kulit dan bulu hewan tersebut. Belilah suvenir dari seniman dan galeri setempat untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Ingat, Anda sama sekali tak boleh menggubris habitat asli hewan dan tumbuhan. Hal ini juga temasuk penggunaan jalanan yang telah tersedia. Jangan menerobos hutan karena bisa mengganggu habitat hewan. Jangan menebang pohon, apalagi melakukan perburuan.

[referensi: 5 Hal yang Harus Anda Tahu Soal Ekowisata 
http://detik.travel/read/2012/02/03/140244/1833524/1048/5-hal-yang-harus-anda-tahu-soal-ekowisata]

Strategi Pengembangan dan Promosi Desa Wisata

Minggu, 08 April 2012 0 komentar

SAAT ini, pengembangan pariwisata berbasis desa wisata menjadi salah satu upaya pemerintah untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bahkan semakin serius mengembangkan pariwisata berbasis desa wisata ini.

Salah satu indikasinya adalah Kemenparekraf pada 2011, sudah mengembangkan 569 desa menjadi desa wisata. Kemenparekraf juga menargetkan sebanyak 960 desa untuk dikembangkan menjadi desa wisata pada tahun 2012 ini. Jumlah ini bahkan akan terus ditingkatkan hingga mencapai sekitar 2.000 desa pada tahun 2014.

Pengembangan desa wisata ini dilakukan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata sejak 2009 lalu dan akan tetap dioptimalkan hingga 2014.

Bagi Kemenparekraf, pengembangan desa wisata mampu memberikan dampak pemerataan pembangunan hingga tingkat desa dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan desa wisata ini bertujuan melibatkan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan, artinya masyarakat dengan kebudayaan yang dimiliki tidak hanya menjadi obyek pariwisata, namun juga pelaku pariwisata.

Prinsip dasar pengembangan desa wisata adalah pengembangan fasilitas-fasilitas wisata dalam skala kecil beserta pelayanan di dalam atau dekat dengan desa. Selain itu, pengembangan desa wisata ini juga sejalan dengan paradigma baru pariwisata, yakni pariwisata milik rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Dalam paradigma ini, rakyat merupakan penggerak dan penentu pokok kegiatan kepariwisataan. Karena rakyat hakekatnya memiliki nilai-nilai budaya atau tradisi yang luhur dan harta kekayaan yang tak ternilai yaitu: gotong royong, ramah, alam lingkungan yang indah, seni tradisi atau budaya, dan lain-lain yang kesemua itu menjadi modal dan aset pariwisata.


Beberapa kegiatan yang dapat menjadikan sebuah desa sebagai desa wisata adalah, kerajinan, seni budaya, pertanian, peninggalan sejarah, juga keindahan alam lingkungan.

Pengembangan desa wisata ini, memungkinkan warga mempererat tali silaturahmi dan rasa persatuan nasional. Memperoleh pemasukan uang dari penginapan, jual makanan dan minuman. Pemasukan seperti jasa binatu, sewa kendaraan, penjualan sayur-sayuran, cinderamata dan lain-lain. Warga juga mampu saling interaksi dengan tamu sehingga dapat terjadi ransfer pengetahuan dan promosi desa.

Salah satu desa wisata di Sulawesi Selatan yang saat ini sedang dikembangkan adalah Desa Wisata Samangki yang terlatak di Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Melalui PNPM Pariwisata, desa ini menjadi desa wisata berbasis nuasan alam karena desa berpenduduk 4.862 jiwa (2010) ini memiliki potensi wisata alam yang beragam nan menabjubkan.

Sebagian besar wilayah Desa Wisata Samangki termasuk dalam kawasan hutan negara dan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Wilayah ini meliputi Taman Wisata Alam Bantimurung, kawasan wisata petualangan Pattunuang, kawasan cagar alam Karaenta dan wahana wisata Maros Waterpark. Sehingga desa ini memiliki banyak gua alami.


Selain keunggulan dan daya tarik wisata yang terdapat langsung dalam wilayah Desa Wisata Samangki ini, di sekitar desa ini juga terdapat sejumlah daya tarik wisata pendukung, sebut saja; kawasan kelelawar dan seni-budaya Je'ne Taesa yang selama ini dikenal sebagai pemukiman ribuan kelelawar yang bertengger di sekitar pemukiman warga yang dijaga oleh warga juga. Desa Je'ne Taesa ini juga terkenal sebagai pusat pelestarian seni-budaya tradisional, salah satu objek wisata yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi. Letak kawasan hanya sekitar 5 kilometer dari Desa Wisata Samangki.

Ada juga Taman Prasejarah di Leang-Leang, kawasan gua dengan banyak peninggalan arkeologis yang unik. Di sini ditemukan gambar prasejarah (rock painting). Ada gambar babi rusa yang sedang meloncat yang di bagian dadanya tertancap mata anak panah, serta gambar telapak tangan wanita dengan cat warna merah. Gambar prasejarah tersebut sudah berumur sekitar 5000 tahun. Diduga gua ini telah dihuni sekitar tahun  8000 - 3000 sebelum Masehi. Kawasan ini terletak di Kelurahan Kalabirang Maros, sekitar 7 kilometer dari Desa Wisata Samangki.

Serta gugusan kars Rammang-rammang dengan bentang alam yang sebagian besar merupakan kawasan karst berbentuk menara. Tower-tower karst yang menjulang tinggi merupakan suatu bentang alam yang begitu unik dan indah. Hutan batu yang merupakan world heritage ini terbentuk dari pelarutan batu gamping yang terjadi ribuan tahun lalu. Kawasan ini terletak di Desa Salenrang Maros, sekitar 10 kilometer dari Desa Wisata Samangki.


Daya tarik dan objek wisata ini saling terkait dengan program pengembangan pariwisata Kabupaten Maros. Sehingga secara umum sebagai salah satu desa yang berada di Maros, Desa Wisata Samangki tentu memilki potensi untuk terus maju dan berkembang. Menyadari hal itu, tak salah jika kemudian manajemen Desa Wisata Samangki melakukan promosi online dengan membuat website www.desawisatasamangki.com ini, cara ini menjadi salah satu strategi pengembangan dan promosi desa wisata ini dalam manarik minat calon wisatawan untuk berkunjung.

Langkah ini dilatari oleh perkembangan pengguna internet di dunia yang terus meningkat. Hingga tahun 2012 ini, jumlah pengguna internet diperkirakan akan mengalami peningkatan 3,1%. Angka ini setara dengan 75.6% dari populasi penduduk dunia. Selama lima tahun terakhir, terjadi kenaikan pengguna internet sebesar 121 persen. Sebanyak 2/3 dari seluruh pengguna internet akan menggunakan jejaring sosial.

Sedangkan perdagangan online di tahun 2012 diperkirakan mencapai 154,6 juta atau mengalami peningkatan 4,4% dibanding 2011. Di bidang e-commerce, sebanyak 26% pengguna internet akan menghabiskan waktunya untuk melakukan reservasi perjalanan dan wisata, membeli peranti elektronik (27%), membeli tiket pesawat (32%), dan membeli pakaian (36%). Data pengguna internet tersebut, menggambarkan bagaiman prospek promosi wisata melalui media online sangat besar. Data tersebut juga memberikan simulasi sederhana terhadap langkah terbaik yang bisa diambil dari pemanfaatan media online.

Bahkan dalam menyiarkan informasi secara online, Kemenparekraf juga memanfaatkan jejaring sosial dan sosial media dalam meningkatkan promosi wisata untuk menyasar segmen-segmen yang potensial. Bagi Kemenparekraf, promosi wisata melalui jejaring sosial seperti twitter, facebook, dan blog sangat efektif untuk menjaring segmen pengguna internet aktif yang umumnya berasal dari kalangan generasi muda yang "melek" IT.

Selain itu daya jangkau promosi secara online lebih luas ketimbang promosi wisata secara konvensional. Promosi wisata secara online juga memiliki efek yang kuat. Melalui promosi online, pariwisata Indonesia semakin dikenal di dunia sehingga kunjungan wisatawan ke Indonesia semakin meningkat. 

Karenanya, kehadiran Desa Wisata Samangki di ranah virtual ini diharapkan mampu memperkaya informasi seputar keragaman potensi pariwisata yang dimiliki Sulsel sebagai bagian dari program Visit South Sulawesi 2012. Sehingga ke depan, kegiatan promosi pariwisata sebagai salah satu langkah pengembangan potensi dan objek wisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Sulsel diharapkan ikut memperkenalkan website ini.

Lets come to South Sulawesi, Lets Come to Samangki!



Artikel Strategi Pengembangan dan Promosi Desa Wisata Melalui Website ini dibuat untuk mengikuti
Lomba Konten Blog bertema: "Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan"
dalam mendukung "Visit South Sulawesi 2012."


Daftar bacaan:
  • Langkah dan Strategi Pengembangan Desa Wisata; http://deandanecro.wordpress.com/2009/12/23/langkah-dan-strategi-pengembangan-desa-wisata, 2009.
  • 960 Desa Wisata pada Tahun 2012; http://travel.kompas.com/read/2011/11/07/17593283/960.Desa.Wisata.pada.Tahun.2012, 2011.
  • Promosi Wisata Manfaatkan Jejaring Komunikasi Bidik Segmen Potensial; http://www.surabayapagi.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b81298296230f652c3ab121964bf5d0ab086c27879, 2011.
  • 3 Langkah Pengembangan Potensi Wisata Sulawesi Selatan; http://www.surgamakalah.com/2012/04/3-langkah-pengembangan-wisata-sulsel.html, 2012.

Tips Jelajah Hutan Dalam Wisata Petualangan

Senin, 13 Februari 2012 0 komentar

BAGI yang senang berwisata petualangan, berkegiatan alam bebas, memasuki kawasan hutan, menjadi aktifitas yang menyenangkan. Karena itu menjadi bagian dari alam bebas yang mesti ditemui.


Agar perjalanan menyusuri hutan dan menikmati keragaman kekayaan alam yang ada di sekitarnya, berikut sejumlah tips yang perlu diingat sebelum memasuki hutan.
  • Siapkan perbekalan sesuai kebutuhan. Rencanakan kegiatan dan ikuti prosedur yang berlaku. Tetap berkelompok, jangan mengasingkan diri.
  • Siapkan sikap dan mental. Jangan mudah panik, disiplin, berpikir jernih, dan optimis agar selalu waspada dan membuat keputusan dengan tenang. Siapkan keyakinan dan kepercayaan diri. Miliki kemampuan belajar dari pengalaman dan alam sekitar, pengetahuan lingkungan rimba, laut, serta pengetahuan cukup pada biologi dan ekologi.
  • Pelajari tumbuhan yang bisa dikonsumsi dan dijadikan obat. Konsumsi tumbuhan yang sudah dikenal dan masak lebih dahulu agar aman. Jangan mengkonsumsi tumbuhan dengan warna yang menyolok (biasanya putih atau kuning), berbau tidak enak, dan tidak memiliki getah susu. Biasanya tumbuhan berbahaya hidup menyendiri, berduri dan pahit.
  • Tumbuhan yang bisa dikonsumsi, di antaranya : gadung (Uwi, dioscorea hispida), buah senggani (harendong, malastoma polyantum), sintrong atau gynura arrantiaca, rebung bambu, pisang, jamur kuping, dan jamur tiram. Sebagai saran, jadikan kelapa sebagai menu utama agar aman untuk bertahan hidup.
  • Ketahui tumbuhan obat sebagai pengobatan pertama (P3K). Simplisia nabati atau tumbuhan obat banyak hidup di alam Indonesia. Biasanya diketahui dari mulut ke mulut dan menjadi obat tradisional masyarakat.
  • Beberapa tumbuhan obat yang biasa digunakan di antaranya: Daun kaki kuda atau antanan untuk obat sariawan, batuk, sakit perut. Daun dan biji muda kaliandra bisa digunakan untuk obat sariawan. Daun sembung manis untuk sakit perut dan panas. Ki Urat, numpong, getah kamboja untuk mengobati luka, bengkak, keseleo.
  • Hati - hati dengan beberapa tumbuhan di bawah ini, terutama jika kontak langsung dengan bagian tubuh Anda. Di antaranya: Pulus atau kemadu, ingas atau rengas, raweh atau rarawean, dan buah aren mentah, yang akan menimbulkan iritasi kulit, gatal-gatal, kulit panas dan bengkak. Biji jarak membuat kepala pusing, selalu buang air besar, dan muntah-muntah. Bunga dan daun kecubung, jamur psilocybe sp dapat menimbulkan halusinasi. Seluruh bagian pohon picung atau pangi dan jamur amanita verna sangat beracun dan mematikan.
  • Ketahui jenis hewan yang bisa dijadikan makanan. Pelajari habitat, bentuk fisik, makanan, pola tingkah hewan itu, dan cara menangkapnya. Hewan lebih sulit ditemukan daripada tumbuhan sebagai sasaran makanan. Sebagian besar binatang liar bisa dikonsumsi. Tetapi hindari hewan yang memiliki duri, memiliki alat penyengat, berwarna menarik dan menyolok, dan serangga yang memiliki bulu. Sebagai saran, berburu ikan itu lebih aman.
  • Sebaiknya hindari beberapa hewan di bawah ini. Karena mengandung racun dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Di antaranya: Nyamuk agas, biasa hidup bergerombol di rawa dan rimba. Nyamuk malaria, penyebab penyakit malaria. Gigitan semut api yang biasa merayap di tanah dan dedaunan, membuat panas dan gatal pada kulit. Sengatan lebah atau tawon, kalajengking, lintah atau pacet, dan kelabang. Terutama hindari kontak dengan harimau, macan, ular dan buaya.
  • Jagalah kaki tetap kering, karena beresiko infeksi jika basah terlalu lama disebabkan air yang tidak higienis. Konsumsi air jernih dan telah dimasak. Jika terpaksa minum air mentah, maka gunakan daun lebar untuk mengumpulkan air hujan atau embun. Potongan bambu biasa digunakan untuk menampung air hujan.
  • Gunakan kayu bakar dari pepohonan dan tumbuhan yang mengandung terpetin, seperti ranting kering, kayu kering, getah pohon pinus, dan getah pohon damar. Buatlah api untuk penerangan, penghangat, memasak, penghilang takut, menghindari hewan buas, dan sebagai alat isyarat bagi orang lain.
  • Jika anda tersesat, usahakan kembali ke jalur semula. Gunakan tanda sebagai jejak ketika telah melewati jalur tertentu, di ranting, pohon, atau tanah. Berjalanlah di punggung gunung, biasanya jalur daki menggunakan punggungan sebagai jalur. Hindari jalur lembah yang akan membuat anda sulit dilihat orang lain. Turunlah ke sungai hanya untuk mengambil air, karena binatang liar menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan mereka.
Secara umum, patut dipahami kalau hutan, baik geografis atau tipologis, memiliki keadaan dan tantangan lingkungan berbeda. Keadaan alam liarnya menjadi daya tarik para penikmat alam.

Bagaimanapun alasannya, kehidupan di alam bebas memiliki berbagai kemungkinan dan keadaan tidak menentu. Mulai dari kondisi tanah, cuaca, hewan, tumbuhan, air terbatas, terutama kemampuan adaptasi manusia.

Pengetahuan keadaan tak menentu ketika berada di alam bebas, disebut jungle survival, sangat dibutuhkan para petualang walau sekadar menyalurkan hobi. Kemampuan diri sangat menunjang keselamatan, sekaligus agar wisata alam liar kita berjalan baik. Semoga tips sebelum memasuki hutan ini bisa diterapkan.

Tentu saja, banyak hal yang tak disebut dlaam tips di atas bisa terjadi secara mendadak, karena alam tak bisa ditebak, karenanya tetaplah berhati-hati. Selamat berpetualang!

[Referensi: Anda Ingin Jelajahi Hutan? Ini Tipsnya
http://himpalaunas.com/artikel/etalase/2012/01/08/anda-ingin-jelajahi-hutan-ini-tipsnya]

PNPM Mandiri Pariwisata Menyejahterakan Rakyat

Rabu, 14 Desember 2011 0 komentar

IMPLEMENTASI Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri bidang Pariwisata telah terbukti berdampak sangat positif bagi upaya menyejahterakan rakyat. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Firmansyah Rahim kepada wartawan.

Pelatihan pembuatan keripik ubi/singkong di Desa Samangki

Karena itu, PNPM Mandiri Pariwisata akan menjadi lokomotif bagi PNPM-PNPM lainnya untuk membangun sinergi dan integrasi mempercepat pengurangan kemiskinan dan peningkatan kemakmuran rakyat.

Kebijakan ini didasarkan atas pertimbangan kalau sektor pariwisata merupakan salah satu instrumen yang sangat efektif mendorong pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, serta penanggulangan kemiskinan.

Karena, karakternya yang bersifat multisektoral, mampu memasuki wilayah-wilayah terpencil, dan memiliki dampak ekonomi multiganda yang tinggi atau multiplier effect, baik dampak ekonomi langsung, tak langsung maupun ikutannya.

Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di desa wisata, telah diadakan integrasi dalam pelaksanaan PNPM Mandiri Pariwisata dengan PNPM Mandiri di berbagai sektor lainnya, dimana PNPM Mandiri Pariwisata menjadi lokomotifnya.

PNPM Mandiri Pariwisata difokuskan pada pengembangan wilayah sasaran yang memiliki keterkaitan fungsi dan pengaruh dengan unsur daya tarik wisata (alam dan budaya) maupun fasilitas usaha pariwisata dan industri kreatif yang menjadi penggerak aktivitas kepariwisataan di suatu destinasi pariwisata.

PNPM Mandiri Pariwisata pada tahun 2009 dilaksanakan di 104 desa di 17 provinsi, dengan pagu anggaran Rp 8,75 miliar. Implementasi PNPM Mandiri Pariwisata 2010 berimbas positif pada tahun ini. Karena program tersebut dinilai berhasil memberdayakan rakyat, sehingga alokasi anggarannya pada 2011 dinaikkan secara signifikan menjadi Rp 61,7 miliar dari sebelumnya (2010) 19,575 miliar, atau naik sekitar 317 persen.

Cakupan PNPM Mandiri Pariwisata juga diperluas, bila pada 2010 diperuntukkan bagi 200 desa di 29 provinsi, tahun ini ada 569 desa di 33 provinsi di tanah air yang mendapatkan bantuan PNPM Mandiri Pariwisata.

Selain itu, masih dalam rangka peningkatan pemberdayaan masyarakat, pemerintah akan memberikan fasilitas pembiayaan usaha masyarakat bidang pariwisata melalui paket Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Penyaluran kredit kepada kelompok desa wisata dan kelompok sadar wisata dimaksudkan untuk mempercepat kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan mereka yang tinggal di objek-objek wisata.

Khusus untuk Desa Wisata Samangki, kegiatan pemberdayaan masayarakat yang telah dilakukan diantaranya, pelatihan pembuatan keripik ubi, pelatihan pembuatan keripik pisang, pelatihan pembuatan kerajinan bambu dan cenderamata khas Bantimurung dari fiberglass.

Pada tahun 2012, direncanakan digelar pelatihan pembuatan jagung marning dan keripik talas. Pelatihan pembuatan gula merah bubuk, dan pembuatan cuka berbahan dasar sari buah enau. Juga akan dilaksanakan pelatihan pemandu wisata dan pembangunan gerai cenderamata. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Desa Wisata Samangki dapat meningkatkan perekonomian sebagai dampak langsung industri pariwisata.

 
IHSYAH | BLOGSPOTISME | CELEBESPHOTO